Just another WordPress.com site

 

 

Untuk mendapatkan produksi yang optimal dalam satuan luas lahan yang terbatas membutuhkan teknologi budidaya yang adaptif dan menguntungkan. Oleh karena itu pada lahan yang sempit sekalipun dapat dikelola dengan baik dan memberikan keuntungan yang optimal. Caranya dengan cara sistem tumpangsari antara dua jenis tanaman yang dapat ditanam bersamaan tanpa saling merugikan satu sama lain. Tanaman yang ditumpangsarikan di suatu lahan diusahakan tanaman yang tidak sejenis sehingga tidak menimbulkan efek yang saling mengganggu.

Kubis atau kol bunga merupakan tanaman yang dianggap cocok ditumpangsarikan dengan tanaman cabai merah karena tumbuhnya rendah dan batangnya tidak tegak tetapi menyebar menutupi tanah. Sedangkan tanaman cabai batangnya tumbuh tinggi ke atas dan tidak bersinggungan antara keduanya. Dilihat dari segi umur tanaman, umur panen kubis bunga lebih pendek dibandingkan dengan cabai yaitu 45-55 hari tergantung varietas. Selain itu pemanenan kol bunga berlangsung dalam satu minggu sedangkan cabai merah mempunyai interval waktu panen yang agak lama karena masa berbuahnya tidak sekaligus.

Persiapan lahan

Bedengan dibuat dengan lebar 1 meter dan panjang 15 meter serta dipasang Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP).

Pemupukan

Pupuk dasar diberikan dalam larikan di tengah bedengan yang ditabur merata, kemudian tutup kembali dengan tanah dan MPHP. Dasis pupuk yang diberikan yaitu 80 gram NPK/batang, 1 gram Borate/ batang dan 1 gram Curater/ batang.

Sistim Penanaman

Cabai merah ditanam 1 baris di tengah-tengah bedeng dengan jarak 33 cm dan ditanam satu minggu lebih cepat dari kol bunga. Tanaman kol bunga ditanam di kiri dan kanan tanaman cabai dengan jarak 60 cm (seperti terlihat pada gambar).

Pupuk Susulan

NPK sebanyak 2,5 kg dilarutkan dalam 200 liter air dan diaplikasikan untuk tanaman cabai merah saja dengan dosis 250 cc/ batang pada saat tanaman berumur 25 hari dan diulang kembali setelah satu minggu atau 10 hari. Aplikasi ini dilakukan minimal 3 kali. Di samping pemberian pupuk NPK juga diiringi dengan pemberian pupuk organik cair. Pemberian pupuk organik cair dilakukan setelah 2 hari pemberian pupuk NPK cair dengan interval waktu 1 minggu sekali selama 5 kali.

Pengendalian hama /penyakit

 

Pengendalian dilakukan apabila terdapat populasi hama. Pengamatan terhadap serangan hama secara kontinyu harus dilakukan, sehingga hama atau penyakit yang menyerang dapat terpantau secara lebih dini. Hama yang terdapat pada bunga kol dan cabai merah dikendalikan secara makanis (pengambilan dengan tangan) terhadap hama dan bahagian tanaman terserang dibuang dan dibakar atau dibenamkan.

Panen

 

Kol bunga dapat dipanen pada umur 45 hari sesudah tanam dengan berat rata-rata 700 gram/tanaman. Sedangkan tanaman cabai merah mempunyai umur panen yang agak lama, sehingga apabila ditumpangsarikan kedua tanaman ini dapat memberikan hasil yang memuaskan.

Sumber : BPTP NAD 2011

Awan Tag